
KABUPATEN BEKASI, GOWATALLO NEWS - Desa Lambang Jaya menggelar pelatihan Kelompok Tani (Poktan). Dalam rangka penertiban administrasi/ pembukuan pada setiap Kelompok Tani (Poktan), di Aula Desa Lambang Jaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, pada (31/7/2026) pagi.
Dalam penyampaiannya Kades Lambang Jaya meñyampaikan.
"Jadi intinya di Desa Lambang Jaya Pertanian itu manfaatnya Kaleng-kaleng kosong untuk misalnya kita tanem sari atau sawi di Kampung,terkadang orang Lambang Jaya mah ora luguh ngapain begitu mending nibra. Jadi intinya gitu ya jangan jualnya yang penting dimanfaatin disaat kita nyari sampe ludes ge sedapur enak. Jadi tentang ke wilayahan Lambang Jaya itu dari 275 hektar karang barangkali yang sudah menjadi milik Grand Wisata itu hampir 175 h kurang lebih, sisanya ya Lambang Jaya tinggal seratus, " ujar Kades.
Lanjutnya, " Jadi di wilayah Lambang Jaya itu ada 13 Rw di Klaster- klaster dan 6 Rw di Kampung-kampung. Jadi pengembangan Poktan itu sekarang ini ya memang sangat-sangat sulit.. Barangkali nanti dengan Nara Sumber tehnis dan pemaparan tentang bertani, bercocok tani karena lahan sempit harus pake apa?, pupuknya apa?, sempretannya apa?.. kan gitu ya?." bebernya.
Kades meminta agar para Kadus dan yang hadir dalam pelatihan ini agar mengikuti arahan dari Nara Sumber. Dan meminta agar Nara Sumber berikan kemudahan para hadirin untuk memahaminya.
" Tentang pembudidayaan Desa Lambang Jaya yang proyek satu-satunya adalah Grand Wisata. Jadi Kota bukan, Kampung ge bukan, kalau kita masuk ke wilayah Lambang Jaya malu ude kayak Kota. Jadi ude ada Mall, kalau beli makanan uda rupa-rupa.. Sayamah udah ora ngarti dah.. nahbegitu masuk ke Kampung ya masih banyak meninjo ," tambahnya.
Ia berharap dengan hadirnya Nara Sumber dari Dinas Pertanian Pemkab Bekasi beserta jajarannya dapat memberikan penambahan ilmu bagi para peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Sesi berikutnya muncul beberapa pertanyaan dari Ketua BPD terpilih kembali terkait tentang hewan ternak unggas.
"Ada beberapa masalah, yang pertama terkait kesehatan ayam, tiba-tiba mati, tau-tau meler apa penyebabnya dan penanggulangannya seperti apa? , " tanya Ketua BPD Lambang Jaya.
Lanjutnya, " Yang kedua Pakan, disini harga Pakan meningkat dan harga jual telur merosot, nah ini lama-lama bangkrut, secara produksi sufah enggak nyambung, ini dari ternak ayam, " tutur Darju.
Selain hewan unggas Ketua BPD juga menanyajan mengenai cara penanggulangan ternak ikan yang berjamur terutama pada ikan gurame.
Ia juga berharap agar Tim Nara Sumber dapat bekerjasama dengan Bumdes terkait Pertanian, Peternakan dan lainnya.
" Terkait kedepannya bisa tidak bekerjasama dengan Bumdes. Jadi kita kan punya ayàm bertelur hanya pekerjanya semua masih tahap belajar bukan senior. Kalau orang belajarkan kesalahannya banyak , "katanya.
" Saya selaku BPD Lambang Jaya berharap kepada UPTD Dinas terkait yang menangani masalah Pertanian, Peternakan dan Perikanan mohon dapat memberikan bantuannya, "pungkas Ketua BPD Lambang Jaya, Darju Darmawan ST.
Acara di lanjutkan dengan sesi perkenalan Ketua Team dari Dinas terkait, Ibu Endang yang memperkenalkan anggotanya yang terdiri dari berbagai bidang baik Pertanian, Peternakan dan Perikanan. Dimana selanjutnya pra Nara Sumber memberikan pemaparan dan pelatihan serta edukasi kepada pata hadirin yang hadir dalam kegiatan tersebut. Acara berjalan cukup kondusif yang diakhiri dengan sesi interaksi dengan para Nara Sumber.
(Iwan Joggie) GTN





